Suatu
hari, di sekolah ada seorang guru yang bertanya kepada murid-muridnya tentang
apa yang dicita-citakan oleh para murid tersebut. Di kelas tersebut terdapat lima orang murid yang kesemua murid tersebut
merupakan anak kembar.
Bu Guru : Hayo, anak-anak Ibu mau tau nih cita-cita
kalian nantinya menjadi apa ? Ibu mau coba mulai
dari kamu, Baim !
Baim : Saya ingin jadi polisi Bu, karena Saya ingin membela kebenaran
Bu Guru : Wah cita-cita yang sungguh
bijak Baim. Coba sekarang kalau kamu Naim ?
Naim : Saya ingin menjadi dokter Bu, karena ingin selalu di
temani suster cantik
Bu Guru : *terdiam dan berbicara dalam hati ( gawat, jangan-jangan ini anak mau jadi playboy nih )
Bu Guru : Ok, sekarang kamu Saim. Apa cita-citamu kelak, Nak ?
Saim : Saya ingin menjadi supir Bu
Bu Guru : Memangnya apa
alasanmu Saim ?
Saim : Karena Saya ingin mengantar jemputkan
hati Ibu ke
hati Saya, eya.. eya.. eya…
Bu Guru : *tersenyum geli dan bergumam dalam hati ( dasar nih anak belum pernah
dijejelin kremi kecoak kali ya )
Bu Guru : Udah, sekarang giliran kamu Raim, apa cita-citamu ?
Raim : Saya ingin jadi dokter Bu, tapi dokter pasien gila
Bu Guru : Hah, kok gitu Raim ?
Raim : Iya Bu, soalnya itu pekerjaan yang
paling menyenangkan dan mulia
Bu Guru : Maksud kamu gimana sih, kok Bu Guru belum paham ya ?
Raim : soalnya saling berbagi tawa
itu mulia Bu, kan
Saya bisa ketawa sama-sama
dengan pasien Saya,
karena tawa juga menyeriakan
harimu Bu Guru
Bu Guru : Sungguh luar biasa pemikiran
kamu Raim
Akhirnya
setelah bertanya kepada
kelima saudara kembar tersebut,
kali ini giliran anak terakhir dari lima saudara tersebut dan guru itu berharap mendapatkan jawaban
yang memuaskan dari anak terakhir ini.
Bu Guru : Terakhir kamu Maim, ayo sebutkan apa cita-cita kamu ?
Maim : Kalau Saya gak seperti mereka Bu, Saya
ini anak yang patuh sama orang tua
Bu Guru : Bagus tuh Maim, Ibu berharap cita-cita kamu
lebih bagus dari mereka terutama soal alasannya
Maim : Tentu dong Bu, siapa dulu Naim gitu lho
Bu Guru : Sekarang sebutkan cita-citamu !
Maim : Saya ingin jadi ‘orang’ Bu, soalnya dulu kedua orang
tua kami berpesan supaya kita semua kelak bisa menjadi orang. Saya heran sama
mereka semua kenapa pada gak turutin kata-kata orang tua sih, dasar anak
durhaka kalian huh….
Bu Guru : Ja…di… o…rang….. ??
Maim : Iya Bu, cita-cita Saya jadi orang seperti kata
orang tua kami
Bu Guru : (kembali ke kantor dan sesegera mungkin
langsung menulis surat pengunduran dirinya)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar